BERGERAK DAN BERGERAK

Pilkada Pekanbaru-riauterkini.com

Posted on: Juni 22, 2006


Selasa, 20 Juni 2006 18:25
Masalah di DPT KPUD Pekanbaru Siap Dipidanakan
Carut marut DPT pilkada, KPUD Pekanbaru menyatakan kesiapannya jika dipidanakan.Riauterkini-PEKANBARU-Ketua KPUD Pekanbaru, Yusri Munaf kepada Riauterkini selasa (20/6) menyatakan kesiapan lembaga penyelenggara pemilihan umum tersebut apabila ada pihak-pihak yang merasa dirugikan mempidanakan mereka.”Kita harus siap apabila ada pihak-pihak tertentu yang akan menggugat dan mempidanakan KPU terkait dengan permasalahan yang ada di Data Pemilih tetap (DPT),” terang Yusri.Menurutnya, kesiapan KPUD Pekanbaru didasarkan kepada apa yang menjadi kebijakan dan apa yang menjadi keputusan KPUD Pekanbaru sudah sesuai dengan hukum, prosedural dan ketentuan yang berlaku. Jadi ia mempersilahkan saja jika memang ada pihak-pihak yang ingin menggugat dan mempidSelasa, 20 Juni 2006 18:33Kapoltabes Pekanbaru Instruksikan Tangkap Pelaku Pemilih GandaKapoltabes instruksikan kepada jajaran yang mengawasi di lapangan untuk menangkap siapa saja yang sengaja bermain dengan memilih lebih dari satu kali di TPSPEKANBARU – Kapoltabes Pekanbaru, Kombes Pol James Umboh menginstruksikan kepada jajarannya untuk menangkap para pelaku yang kedapatan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) menggunakan hak pilih lebih dari satu kali sesuai dengan ketentuan Pilkada. Hal ini sekaligus menjadi peringatan bagi pihak-pihak yang mencoba bermain dalam Pilkada dan sekaligus bentuk antisipasi aparat kepolisian terhadap adanya dugaan akan adanya penyalahgunaan kartu pemilih di Pilkada. Apalagi dengan ditemukannya ribuan nama tercatat ganda dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pekanbaru. “Sudah pasti, saya instruksikan kepada jajaran yang mengawasi di lapangan untuk menangkap siapa saja yang sengaja bermain dengan memilih lebih dari satu kali di TPS,” kata James Umboh, Senin (19/6). Menurut dia, upaya pihak tertentu mencoba – coba menggunakan hak pilih lebih dari satu kali bisa saja terjadi. Untuk itu, petugas harus ekstra hati-hati, termasuk saksi dan petugas di TPS dengan memperhatikan jari pemilih yang harus diberi celupan tinta sebagai tanda telah memberikan suara. Upaya itu katanya, sama dengan tindakan melanggar hukum dan ingin merusak terlaksananya Pilkada Pekanbaru yang jujur dan bersih.`Menurut James, berdasarkan hasil rapat antara jajaran KPU, Panwaslih, Poltabes, Tim calon walikota dan kalangan muspida beberapa waktu lalu, memang telah ada kesepakatan bahwa jumlah DPT itu tidak berubah seperti ditetapkan oleh KPU Pekanbaru. Jumlah DPT tersebut sebanyak 436.469 pemilih. Keputusan itu diikuti dengan ketentuan bahwa kartu pemilih yang ditemukan ganda maka harus dikembalikan kepada KPU, demikian juga bagi kartu yang tidak ditemukan lagi pemiliknya. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah ulas Kapolda, pada pasal 117 ayat 3 menyebutkan, ‘setiap orang yang pada waktu pemungutan suara dengan sengaja memberikan suaranya lebih dari satu kali di satu atau lebih TPS, diancam dengan pidana penjara paling singkat 1 bulan dan paling lama 4 bulan dan atau denda paling sedikit Rp.200 ribu paling banyak Rp. 2 juta. “Petugas akan bekerjasama dengan saksi-saksi di lapangan. Yang tertangkap akan kita proses secara hukum,” tambah perwira polisi ini. Mengenai adanya kemungkinan terjadinya gerakan masa akibat ketidakpuasan terhadap keputusan KPU dengan dugaan tak terdaftarnya ribuan masyarakat di saat pemungutan suara di TPS, James mengatakan hal itu bisa terjadi. Kekecewaan itu pasti ada terjadi, katanya.Namun demikian pihaknya akan berusaha menjaga suasana yang kondusif demi terselenggarannya Pilkada Pekanbaru 21 Juni 2006 besok. Sementara itu Ketua KPU Pekanbaru, H Yusri Munaf SH M.Hum mengatakan, jumlah DPT 436.469 sudah final meskipun diakui akan terjadi pengurangan jumlah disebabkan adanya pemilih yang terdaftar lebih dari satu kali. Pihaknya tak dapat merubah DPT karena ada ketentuan DPT yang sudah disahkan oleh PPS tidak dapat lagi dirubah. Salah satu antisipasi dilakukan KPU dengan mengirimkan surat kepada jajaranya di PPS dan KPPS agar hanya memberikan satu kartu kepada satu pemilih meskipun ditemukan memiliki kartu tercatat ganda. Kartu itu harus ditahan dan tidak boleh digunakan oleh siapapun. “Kita sudah edarkan surat agar pemilih yang kedapatan tercetak kartu ganda, tetap diberikan satu kartu. Lebihnya disimpan oleh petugas,” kata Yusri kepada wartawan di ruang kerjanya. Mengenai pelakanaan Pilkada pada Rabu (21/6) besok, Yusri mengatakan semua kelengkapan telah siap dan tinggal pelaksanaanya di lapangan. Untuk itu dia meminta kepada seluruh jajarannya bekerja dengan profesional demi kelancaran Pilkada tersebut. Dia mengajak selueuh lapisan masyarakat yang memiliki hak pilih dan telah mendapatkan kartu pemilih mendatangi TPS telah ditentukan.***(H-we)anakan KPUD Pekanbaru.Tentang hal itu, Yusri menegaskan bahwa adanya tindakan hukum oleh pihak-pihak tertentu kepada KPUD adalah sah-sah saja. Karena tindakan hukum tersebut merupakan hak hukum bagi semua orang.”Gugatan atau mempidanakan KPU adalah tindakan hukum yang sah-sah saja dan memang merupakan hak hukum bagi semua orang apabila mereka menganggap telah dirugikan,” imbuhnya.Pembakaran Kelebihan Logistik PilkadaAcara pembakaran kelebihan logistik pilkada yang sempat molor dari pukul 16.00 wib molor menjadi pukul 17.00 wib dihadiri oleh Wakl Walikota Pekanbaru, Erwandi Saleh, Kabag ops Poltabes Pekanbaru, J Manurung, perwakilan Kodim 0301, Kapten Candra, anggota KPUD Riau, Makmur Hendrik serta anggota DPRD Kota Pekanbaru, Sabaruddi.Dalam sambutannya, Ketua KPUD Pekanbaru, Yusri Munaf selasa (20/6) menyatakan bahwa pemusnahan kelebihan logistik merupakan upaya agar tidak teradi penyalahgunaan logistik pilkada.”Setelah ini akan ada pemusnahan tahap ke-II. Yaitu kartu pemilih ganda yang saat ini berada di KPPS-KPPS atau di PPS-PPS. Kartu ganda hanya akan diberikan satu kepada nama pemilih yang tercatat pada kartu tersebut. Selebihnya sudah diinstruksikan kepada KPPS, PPS maupun PPK untuk menahan katu ganda. Setelah terkumpul akan dimusnahkan KPUD Pekanbaru,” terangnya. ***(H-we)

Selasa, 20 Juni 2006 18:33
Kapoltabes Pekanbaru Instruksikan Tangkap Pelaku Pemilih Ganda
Kapoltabes instruksikan kepada jajaran yang mengawasi di lapangan untuk menangkap siapa saja yang sengaja bermain dengan memilih lebih dari satu kali di TPSPEKANBARU – Kapoltabes Pekanbaru, Kombes Pol James Umboh menginstruksikan kepada jajarannya untuk menangkap para pelaku yang kedapatan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) menggunakan hak pilih lebih dari satu kali sesuai dengan ketentuan Pilkada. Hal ini sekaligus menjadi peringatan bagi pihak-pihak yang mencoba bermain dalam Pilkada dan sekaligus bentuk antisipasi aparat kepolisian terhadap adanya dugaan akan adanya penyalahgunaan kartu pemilih di Pilkada. Apalagi dengan ditemukannya ribuan nama tercatat ganda dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pekanbaru. “Sudah pasti, saya instruksikan kepada jajaran yang mengawasi di lapangan untuk menangkap siapa saja yang sengaja bermain dengan memilih lebih dari satu kali di TPS,” kata James Umboh, Senin (19/6). Menurut dia, upaya pihak tertentu mencoba – coba menggunakan hak pilih lebih dari satu kali bisa saja terjadi. Untuk itu, petugas harus ekstra hati-hati, termasuk saksi dan petugas di TPS dengan memperhatikan jari pemilih yang harus diberi celupan tinta sebagai tanda telah memberikan suara. Upaya itu katanya, sama dengan tindakan melanggar hukum dan ingin merusak terlaksananya Pilkada Pekanbaru yang jujur dan bersih.`Menurut James, berdasarkan hasil rapat antara jajaran KPU, Panwaslih, Poltabes, Tim calon walikota dan kalangan muspida beberapa waktu lalu, memang telah ada kesepakatan bahwa jumlah DPT itu tidak berubah seperti ditetapkan oleh KPU Pekanbaru. Jumlah DPT tersebut sebanyak 436.469 pemilih. Keputusan itu diikuti dengan ketentuan bahwa kartu pemilih yang ditemukan ganda maka harus dikembalikan kepada KPU, demikian juga bagi kartu yang tidak ditemukan lagi pemiliknya. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah ulas Kapolda, pada pasal 117 ayat 3 menyebutkan, ‘setiap orang yang pada waktu pemungutan suara dengan sengaja memberikan suaranya lebih dari satu kali di satu atau lebih TPS, diancam dengan pidana penjara paling singkat 1 bulan dan paling lama 4 bulan dan atau denda paling sedikit Rp.200 ribu paling banyak Rp. 2 juta. “Petugas akan bekerjasama dengan saksi-saksi di lapangan. Yang tertangkap akan kita proses secara hukum,” tambah perwira polisi ini. Mengenai adanya kemungkinan terjadinya gerakan masa akibat ketidakpuasan terhadap keputusan KPU dengan dugaan tak terdaftarnya ribuan masyarakat di saat pemungutan suara di TPS, James mengatakan hal itu bisa terjadi. Kekecewaan itu pasti ada terjadi, katanya.Namun demikian pihaknya akan berusaha menjaga suasana yang kondusif demi terselenggarannya Pilkada Pekanbaru 21 Juni 2006 besok. Sementara itu Ketua KPU Pekanbaru, H Yusri Munaf SH M.Hum mengatakan, jumlah DPT 436.469 sudah final meskipun diakui akan terjadi pengurangan jumlah disebabkan adanya pemilih yang terdaftar lebih dari satu kali. Pihaknya tak dapat merubah DPT karena ada ketentuan DPT yang sudah disahkan oleh PPS tidak dapat lagi dirubah. Salah satu antisipasi dilakukan KPU dengan mengirimkan surat kepada jajaranya di PPS dan KPPS agar hanya memberikan satu kartu kepada satu pemilih meskipun ditemukan memiliki kartu tercatat ganda. Kartu itu harus ditahan dan tidak boleh digunakan oleh siapapun. “Kita sudah edarkan surat agar pemilih yang kedapatan tercetak kartu ganda, tetap diberikan satu kartu. Lebihnya disimpan oleh petugas,” kata Yusri kepada wartawan di ruang kerjanya. Mengenai pelakanaan Pilkada pada Rabu (21/6) besok, Yusri mengatakan semua kelengkapan telah siap dan tinggal pelaksanaanya di lapangan. Untuk itu dia meminta kepada seluruh jajarannya bekerja dengan profesional demi kelancaran Pilkada tersebut. Dia mengajak selueuh lapisan masyarakat yang memiliki hak pilih dan telah mendapatkan kartu pemilih mendatangi TPS telah ditentukan.***(H-we)

Rabu, 21 Juni 2006 08:44Pencoblosan Dimulai,
Seorang Penyebar Selebaran Gelap Ditangkap
Pesta demokrasi warga Pekanbaru dimulai. Warga mulai mencoblos. Sementara seorang penyebar selebaran gelap ditangkap Poltabes Pekanbaru.Riauterkini-PEKANBARU- Sekitar pukul 7.15 WIB, Rabu (21/6) sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Pekanbaru mengawali aktifitasnya. Meski belum ramai, namun beberapa warga sudah datang ke TPS untuk menggunakan hak pilih, mencoblos salah seorang dari dua pasangan yang mereka kehendaki jadi Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru 2006-2011. Kedua pasangan itu adalah Erwandy Saleh-Ayat Cahyadi dan Herman Abdullah-Erizal Muluk.Menurut Kapoltabes Pekanbaru Kombes Pol James Umboh, secara umum situasi dan kondisi keamanan Pekanbaru kondusif. “Secara umum situasi keamanan kita kondusif. Kita berharap masyarakat turut berperan serta menjaga ketertiban sampai seluruh proses demokrasi tuntas,” himbaunya.Dalam kesempatan itu James juga mengatakan adanya seorang pelaku penyebaran selebaran gelap yang menjelek-jelekkan pasangan Erwandy-Ayat atau ERAT berhasil ditangkap tadi malam. “Pelaku ditangkap di wilayah Bukitraya dan saat ini ditahan di Poltabes untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar James.Pelaku ditangkap tak jauh dari kediaman Calon Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyasi di Komplek Peputra Indah II Blok G No.193. Menurut Ayat, saat dihubungi riauterkini, sebelum penangkapan warga terlebih dahulu mengepung Lurah Simpangtiga Darusman. Darusman dikepung karena sekitar pukul 2.00 WIB dini hari Rabu (21/6) melintas di depan rumah Ayat. “Saat itu kami masih duduk-duduk bersama warga. Bersama warga juga ada beberapa personil Poltabes berjaga-jaga. Karena ada yang melintas, maka dikejar dan kepung sehingga tertangkap,” papar Ayat.Saat ditanya personil Poltabes bernama Junaidi, Darusman mengaku sebagai petugas keamanan, namun setelah salah satu warga mengenali ia sebagai Lurah Simpangtiga, Darusman lantas berubah jawaban. “Ia mengaku mendapat telphon dari warga di rumah saya sedang ada keramaian. Warga sempat minta dia dibawa ke rumah, tetapi saya sarankan untuk dilepas,” ujar Ayat lagi.Tak lama kemudian terdengar suara sepeda motor menderu tak jauh dari rumah Ayat. Warga dan polisi langsung mengejar. Pengejaran berhasil menangkap seorang yang kedapatan dalam dirinya sejumlah selebaran menjelek-jelekan Ayat Cahyadi.Dalam salah satu selebarannya tulisan ERAT diartikan Engkau membohongi Rasakan Astaghfirullah Tobatlah. “Panjang tulisan di dalamnya, yang intinya menyebut saya sebagai ustadz tukang bohong,” jelas Ayat.Setelah ditangkap, tersangka yang belum diketahui indentitasnya sempat dibawa ke rumah Ayat. “Tapi kemudian saya sarankan untuk dibawa ke Poltabes, apalagi ditemukan barang bukti ia menyebarkan selebaran gelap,” tegas Ayat.Selain di sekitar kediaman Ayat, aksi penyebaran selebaran gelap juga terjadi di sekitar kediaman Erwandy di Jalan Cemara, Kelurahan Sukamaju, Sail. Hanya saja pelaku penyebaran di lokasi itu tak ada yang tertangkap.Kapoltebas Pekanbaru Kombes Pol James Umboh membenarkan, bahwa di Sail juga terjadi penyebaran selebaran gelap yang mendiskriditkan Erwandy-Ayat. “Kami akan menindak pelakunya sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” demikian janji James Umboh.***(mad)

Rabu, 21 Juni 2006 19:00
Quick Count LSI dan JPI,Pilkada Pekanbaru Dimenangkan Golput
Pasangan Herman-Erizal boleh menang dari Erat, namun jumlah suara keduanya kalah jauh dibandingkan Golput. Itulah hasil quick count LSI dan JPI.Riauterkini-PEKANBARU- Lingakran Survei Indonesia (LSI) bekerja sama dengan Jaringan Isu Publik (JPI) menggelar proses penghitungan cepat atau quick count untuk Pilkada Pekanbaru, Rabu (21/6). Dari hasil penghitungan cepat tersebut ada dua hal penting yang menjadi temuan LSI dan JPI.”Kami mendapatkan dua hal penting dari pelaksanaan Pilkada di Pekanbaru, pertama mengenai rendahnya partisipasi pemilih dan kedua pemenang Pilkada adalah pasangan Herman-Erizal,” ujar Direktur LSI Denny JA kepada wartawan dalam jumlah pers di Hotel Pangeran, Rabu (21/6) petang.Partisipasi pemilih Pilkada Pekanbaru, menurut LSI dan JPI hanya 56 persen dari total warga yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang ditetapkan KPUD Pekanbaru sebanyak 436.469 pemilih. Artinya, 44 persen pemilih harus dibagi antara Herman-Erizal dan Erwandy-Ayat. Kondisi tersebut bisa diartikan bahwa pemenang Pilkada Pekanbaru adalah masyarakat yang tak memilih alias Golput.Ada dua penyebab mengapa partisipasi pemilih sangat rendah. Pertama karena faktor teknis, yakni karena tak terdata, terdata ganda atau tak mendapat undangan mencoblos. Kedua karena faktor apatisme. “Banyak masyarakat yang merasa tak ada manfaatnya ikut Pilkada, sebab kondisi kehidupan ekonomi mereka tetap tak terperbaiki,” ungkap Denny.Sementara untuk hasil Pilkada, LSI dan JPI mendapatkan hasil Herman-Erizal akan mendulang suara sebesar 63.37 persen, sementara Erwandy-Ayat hanya 34.63 persen. Hasil tersebut didapat dari penghitungan suara di 183 sempel TPS dari total TPS di Pekanbaru sebanyak 990 TPS. Pengambilan TPS dilakukan secara random untuk setiap kecamatan.***(mad)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Klik tertinggi

  • Tak ada

Flickr Photos

Colors and shadow - Farbe und Schatten (Uli)

The Pearl

Passing through    [Explore 07-12-2016 !!]

Lebih Banyak Foto
Juni 2006
S S R K J S M
    Jul »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Komentar Terbaru

novianto di CAPRES PRO UN
Kreatif Web di Guru Makin Sejahtera Animo Jad…
Siwa di GAJI GURU PNS
Anonymous di GAJI GURU PNS
yd.i di GAJI GURU PNS

Blog Stats

  • 40,175 hits
%d blogger menyukai ini: